BEI Tambah 37 Emiten ke Daftar HSC, Kini Total 51 Saham Masuk Pengawasan Konsentrasi Kepemilikan Tinggi

thumbnail

BEI Perluas Daftar High Shareholding Concentration

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperbarui daftar High Shareholding Concentration (HSC) dengan menambahkan 37 emiten baru. Dengan pembaruan tersebut, total saham yang masuk kategori HSC kini mencapai 51 emiten per 15 Juli 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya BEI meningkatkan transparansi struktur kepemilikan saham setelah menjadi salah satu perhatian investor institusi global dalam evaluasi aksesibilitas pasar Indonesia.

Daftar HSC bukan merupakan sanksi maupun peringatan atas kondisi fundamental perusahaan, melainkan informasi mengenai tingkat konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi.


Apa Itu High Shareholding Concentration (HSC)?

High Shareholding Concentration (HSC) adalah kategori yang digunakan BEI untuk mengidentifikasi saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan yang sangat tinggi, sehingga jumlah saham yang benar-benar beredar di publik (free float) relatif terbatas.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan:

  • Likuiditas perdagangan lebih rendah.
  • Pergerakan harga menjadi lebih volatil.
  • Harga saham lebih sensitif terhadap transaksi dalam jumlah besar.
  • Investor institusi lebih berhati-hati dalam membangun posisi investasi.

Karena itu, daftar HSC bertujuan memberikan transparansi tambahan kepada investor sebelum melakukan transaksi.


Mengapa Daftar HSC Bertambah?

Penambahan 37 emiten dilakukan setelah BEI menyempurnakan metodologi penilaian HSC.

Selain memperhatikan tingkat konsentrasi kepemilikan saham, BEI kini juga memasukkan parameter tambahan seperti Price Impact Ratio, khususnya bagi saham dengan kapitalisasi pasar besar.

Langkah tersebut merupakan bagian dari reformasi pasar modal Indonesia yang sebelumnya juga mendapat perhatian dalam MSCI Market Accessibility Review 2026.


Dampaknya bagi Investor

Masuknya suatu saham ke daftar HSC tidak berarti perusahaan tersebut bermasalah maupun akan mengalami suspensi perdagangan.

Namun investor perlu memahami beberapa implikasi yang mungkin terjadi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Free float relatif kecil.
  • Volatilitas harga berpotensi lebih tinggi.
  • Spread bid-offer dapat lebih lebar.
  • Risiko fluktuasi harga meningkat ketika terjadi transaksi besar.

Bagi investor institusi, informasi tersebut menjadi salah satu indikator dalam proses manajemen risiko dan pembentukan portofolio.


Daftar Lengkap 51 Emiten High Shareholding Concentration

NoKodeEmitenKonsentrasi
1AGIISamator Indo Gas97,75%
2ALIIAncara Logistics Indonesia97,62%
3BBHIAllo Bank Indonesia92,71%
4BBSIKrom Bank Indonesia99,95%
5BELIGlobal Digital Niaga93,83%
6BINABank Ina Perdana94,79%
7BNIIBank Maybank Indonesia99,14%
8BNLIBank Permata99,92%
9BRENBarito Renewables Energy97,31%
10BTPNBank SMBC Indonesia99,78%
11BYANBayan Resources98,50%
12CMNPCitra Marga Nusaphala Persada96,64%
13CMNTCemindo Gemilang99,41%
14DCIIDCI Indonesia99,96%
15DGWGDelta Giri Wacana97,35%
16DNETIndoritel Makmur Internasional98,06%
17DSSADian Swastatika Sentosa95,76%
18ELPIPelayaran Nasional Ekalya Purnamasari98,90%
19FAPAFAP Agri99,77%
20FILMMD Entertainment92,98%
21FITTHotel Fitra International95,00%
22GEMSGolden Energy Mines99,24%
23HATMHabco Trans Maritima96,09%
24IFSHIfishdeco99,77%
25KINGHoffmen Cleanindo98,40%
26KONIPerdana Bangun Pusaka95,08%
27LIFEMSIG Life Insurance Indonesia99,21%
28MCOLPrima Andalan Mandiri98,62%
29MEGABank Mega95,68%
30MGLVPanca Anugrah Wisesa95,94%
31MGROMahkota Group93,76%
32MKPIMetropolitan Kentjana97,02%
33MLPTMultipolar Technology99,42%
34MORAEkamas Mora Republik95,65%
35MPROMaha Properti Indonesia99,99%
36PGUNPradiksi Gunatama99,95%
37POLUGolden Flower99,94%
38PRAYFamon Awal Bros Sedaya99,84%
39RISEJaya Sukses Makmur Sentosa98,03%
40RLCOAbadi Lestari Indonesia95,35%
41ROCIRockfields Properti Indonesia99,85%
42SATUKota Satu Properti94,27%
43SILOSiloam International Hospitals96,70%
44SMARSinar Mas Agro Resources and Technology99,58%
45SOHOSoho Global Health99,93%
46SOTSSatria Mega Kencana98,35%
47SRAJSejahteraraya Anugrahjaya97,21%
48STTPSiantar Top94,95%
49TCPITranscoal Pacific94,10%
50WBSABSA Logistics Indonesia95,82%
51YUPIYupi Indo Jelly Gum99,91%

Hubungannya dengan Evaluasi MSCI

Transparansi struktur kepemilikan saham menjadi salah satu perhatian utama investor global dalam evaluasi MSCI Market Accessibility Review.

Melalui daftar HSC, BEI berharap investor memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai tingkat konsentrasi kepemilikan setiap emiten, sehingga proses penilaian likuiditas dan investability menjadi lebih transparan.

Langkah ini juga merupakan bagian dari berbagai reformasi pasar modal Indonesia yang bertujuan mempertahankan status Emerging Market di indeks MSCI.


Kesimpulan

Penambahan 37 emiten ke daftar High Shareholding Concentration menandai komitmen BEI dalam meningkatkan transparansi pasar modal Indonesia. Meski tidak berdampak langsung terhadap status pencatatan perusahaan, daftar ini menjadi referensi penting bagi investor dalam memahami struktur kepemilikan saham dan potensi likuiditas di pasar.

Seiring meningkatnya perhatian investor global terhadap kualitas pasar Indonesia, langkah-langkah seperti HSC diharapkan dapat memperkuat kepercayaan terhadap Bursa Efek Indonesia sekaligus mendukung daya saing pasar modal nasional.