Nasdaq Bersiap Buka Perdagangan Saham Hampir 24 Jam
Nasdaq bersiap mengubah cara investor global mengakses pasar saham Amerika Serikat. Operator bursa tersebut akan memperluas jam perdagangan menjadi 23 jam sehari, lima hari dalam sepekan, dengan menambahkan sesi perdagangan malam atau Night Session.
Langkah ini dirancang untuk menjawab meningkatnya permintaan investor internasional, khususnya dari Asia dan kawasan lain yang selama ini harus menyesuaikan waktu perdagangan dengan jam operasional pasar AS.
Nasdaq menargetkan sistem perdagangan baru tersebut mulai berjalan pada Minggu, 6 Desember 2026, dengan catatan kesiapan infrastruktur pasar dan persyaratan terkait tetap terpenuhi. :contentReference[oaicite:0]{index=0}
Sesi Overnight Berlangsung 21.00-04.00 ET
Dalam skema baru, Nasdaq akan mempertahankan sesi perdagangan yang sudah berjalan dari 04.00 hingga 20.00 ET, kemudian menambahkan sesi malam mulai 21.00 hingga 04.00 ET pada hari berikutnya.
Dengan demikian, siklus perdagangan akan berlangsung dari Minggu pukul 21.00 ET hingga Jumat pukul 20.00 ET.
Terdapat jeda selama satu jam setiap hari, yaitu 20.00-21.00 ET, yang digunakan untuk proses operasional, pemrosesan data, dan transisi ke tanggal perdagangan berikutnya. :contentReference[oaicite:1]{index=1}
Sementara itu, jam perdagangan utama 09.30-16.00 ET tetap dipertahankan. Sesi reguler tersebut juga tetap menjadi periode utama untuk pembentukan harga dan price discovery di pasar saham AS. :contentReference[oaicite:2]{index=2}
Mengapa Nasdaq Ingin Memperpanjang Jam Perdagangan?
Perubahan ini bukan sekadar soal membuat bursa buka lebih lama.
Nasdaq melihat adanya perubahan besar dalam pola perdagangan global. Investor di Asia, Eropa, dan kawasan lain semakin membutuhkan akses langsung ke saham Amerika ketika pasar lokal mereka sedang aktif.
Selama ini, investor dari zona waktu Asia harus melakukan transaksi pada malam atau dini hari waktu setempat untuk mengikuti jam perdagangan reguler Amerika.
Kondisi tersebut juga membuat sebagian investor beralih ke alternatif seperti alternative trading systems yang sudah menyediakan perdagangan saham AS pada malam hari.
Nasdaq melihat peluang tersebut sebagai bagian dari persaingan untuk mendapatkan order flow global sekaligus mempersiapkan infrastruktur pasar menghadapi perkembangan aset digital dan sekuritas ter-tokenisasi. :contentReference[oaicite:3]{index=3}
Bukan Berarti Sesi Malam Akan Sama dengan Jam Reguler
Meski Nasdaq akan membuka perdagangan hampir sepanjang hari, karakteristik sesi overnight tidak akan sepenuhnya sama dengan perdagangan reguler.
Nasdaq memberikan sejumlah pembatasan untuk mengurangi risiko yang muncul ketika likuiditas lebih tipis.
Pada sesi malam, unpriced orders tidak diperbolehkan, sehingga pesanan yang tidak memiliki harga tertentu akan ditolak. Nasdaq juga menerapkan mekanisme perlindungan harga berupa static price bands untuk membatasi transaksi yang bergerak terlalu jauh dari rentang harga yang dianggap wajar. :contentReference[oaicite:4]{index=4}
Beberapa jenis pesanan yang berkaitan dengan pembukaan dan penutupan pasar juga tidak tersedia pada sesi overnight.
Risiko Likuiditas Menjadi Tantangan
Perdagangan selama 23 jam memang memberikan akses yang lebih luas, tetapi bukan berarti likuiditas akan selalu setara dengan sesi reguler.
Volume transaksi biasanya jauh lebih rendah di luar jam perdagangan utama. Kondisi tersebut dapat menyebabkan spread lebih lebar, volatilitas lebih tinggi, serta harga yang bergerak lebih cepat ketika terjadi transaksi dalam jumlah besar.
Karena itu, Nasdaq mempertahankan sesi reguler 09.30-16.00 ET sebagai pusat pembentukan harga pasar.
Investor yang melakukan transaksi pada malam hari harus memahami bahwa harga yang terbentuk dalam sesi tersebut dapat memiliki likuiditas dan kedalaman pasar yang berbeda dibandingkan jam reguler. :contentReference[oaicite:5]{index=5}
Investor Asia Mendapat Akses yang Lebih Relevan
Salah satu kelompok yang paling diuntungkan dari perubahan ini adalah investor di kawasan Asia.
Dengan sesi malam Nasdaq berlangsung pada 21.00-04.00 ET, sebagian besar periode tersebut bertepatan dengan jam aktif di Asia.
Artinya, investor di negara seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura, Hong Kong, dan Australia dapat memperoleh akses yang jauh lebih nyaman terhadap saham AS tanpa harus menunggu hingga tengah malam atau dini hari.
Bagi investor Indonesia, sesi tersebut secara kasar akan berlangsung pada 08.00-15.00 WIB, tergantung periode daylight saving time di Amerika Serikat.
Perubahan ini berpotensi membuat perdagangan saham AS semakin mudah diakses oleh investor ritel maupun institusi di Asia.
Persaingan Bursa Global Semakin Ketat
Nasdaq bukan satu-satunya operator pasar yang bergerak ke arah perdagangan hampir 24 jam.
Ekosistem bursa AS secara lebih luas juga sedang mempersiapkan perluasan jam perdagangan. SEC telah menyetujui perubahan Nasdaq untuk perdagangan 23 jam selama lima hari, sementara sejumlah operator dan infrastruktur pasar lainnya juga menyiapkan sistem untuk mendukung perdagangan extended hours. :contentReference[oaicite:6]{index=6}
Perubahan tersebut menunjukkan adanya pergeseran besar dari konsep bursa tradisional yang hanya aktif selama beberapa jam menuju pasar yang semakin global dan always-on.
Bisa Mengubah Struktur Pasar Saham AS
Jika perdagangan 23/5 berhasil berjalan dengan volume yang besar, dampaknya dapat lebih luas daripada sekadar menambah jam operasional.
Harga saham AS dapat menjadi lebih responsif terhadap berita global yang muncul di luar jam perdagangan reguler.
Selama ini, investor sering menghadapi overnight gap ketika berita besar muncul setelah pasar AS ditutup. Dengan adanya sesi perdagangan malam, sebagian reaksi tersebut dapat terjadi secara langsung.
Namun, hal ini juga berarti investor harus menghadapi risiko volatilitas yang lebih tinggi ketika berita muncul pada periode likuiditas yang lebih rendah.
Dari Saham 23/5 Menuju Pasar Always-On?
Langkah Nasdaq juga menarik jika dilihat dalam konteks perkembangan aset digital dan tokenisasi sekuritas.
Nasdaq sendiri menyebut meningkatnya perdagangan aset digital dan sekuritas ter-tokenisasi sebagai salah satu faktor yang mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur pasar yang lebih fleksibel.
Jika saham tradisional mulai diperdagangkan hampir 24 jam, batas antara pasar tradisional dan ekosistem aset digital yang beroperasi 24/7 akan semakin tipis.
Perubahan ini berpotensi menjadi salah satu langkah awal menuju sistem pasar global yang jauh lebih mendekati konsep always-on market.
Kesimpulan
Nasdaq sedang mempersiapkan perubahan besar dengan memperluas perdagangan saham AS menjadi 23 jam sehari selama lima hari dalam sepekan.
Sesi overnight akan berlangsung dari 21.00 hingga 04.00 ET, sementara perdagangan reguler 09.30-16.00 ET tetap menjadi pusat price discovery.
Jika sesuai rencana, sistem tersebut akan mulai diterapkan pada 6 Desember 2026.
Bagi investor global, terutama di Asia, perubahan ini memberikan akses yang jauh lebih luas terhadap saham Amerika. Namun, meningkatnya jam perdagangan juga membawa tantangan baru berupa likuiditas yang lebih tipis, spread yang lebih lebar, dan potensi volatilitas yang lebih tinggi di luar jam reguler.
Dalam jangka panjang, langkah Nasdaq dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar: pasar saham AS bergerak menuju sistem perdagangan yang hampir selalu terbuka, mendekati karakteristik pasar aset digital yang beroperasi 24/7.